Arsip untuk September, 2013

Uang, uang, dan uang

 

Uang dan dunia spiritual memiliki suasana tersendiri.

–   Suze Orman, Financial Management

Sebelum adanya uang, dulu yang berlaku adalah sistem barter atau pertukaran barang yang memiliki nilai guna tinggi. Seandainya diantara individu memiliki barang dan saling membutuhkan, pihak pertama akan saling tawar menawar dengan pihak kedua untuk saling menukar barang karena mereka merasa saling membutuhkan terhadap barang tersebut. Perkembangan pola pemikiran, kecanggihan teknologi serta perkembangan peradaban kemanusiaan, sesuatu apapun dalam aktivitas kehidupan, kini semakin mudah, simple, dan sederhana. Barang sebesar dan setinggi apapun, hanya dengan ditukar dengan alat tukar uang yang memiliki nilai, barang tersebut akan segera mudah didapatkan.

Bentuk alat tukar pun kini semakin berkembang. Kini, hanya dengan menggunakan ATM, orang tidak perlu lagi repot-repot membawa sejumlah tumpukan uang untuk mendapatkan sebuah barang yang dibutuhkan. Cukup memperlihatkan ATM yang berukuran seperti lembar KTP, SIM, atau kartu langganan belanja di sebuah pertokoan mainan anak-anak,  kini selain uang berapapun akan dengan mudah didapatkan di setiap ruang ATM, sesuai dengan saldo yang ada, orang pun dapat dengan mudah mendapatkan barang apapun yang dibutuhkan. Dan secara otomatis uang yang berada di Bank, sebagai tempat menyimpan sejumlah uang, akan berkurang sesuai dengan harga barang tersebut dan sesuai dengan administrasi yang berlaku dalam sistem perbankan. Biasanya untuk administrasi jasa bank hanya beberapa persen saja dari uang nasabah berdasarkan kesepakatan antara pemilik bank dan nasabah sebelumnya. Pada umumnya orang menyebutnya sebagai uang administrasi atau uang jasa karena pihak bank telah berusaha melayani dan mempermudah setiap transaksi nasabah-nasabahnya.

Bentuk barang dan distribusi barang pun kini semakin canggih. Almarhum Neil Amrstrong, orang pertama yang menginjakkan kakinya di bulan, untuk hidup di luar angkasa, tidak perlu repot-repot membawa barang banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Cukup meminum pil, konon khasiat pil tersebut mampu menahan rasa haus dan lapar untuk beberapa waktu lamanya. Dan untuk membawa barang, kini, orang tidak perlu lagi repot-repot harus memikul payah atau membawa kendaraan pribadi. Cukup memijit telephone atau handphone, memesan barang kepada produsen, sampailah barang tersebut segera ke tempat tujuan.

Akan tetapi memang terkadang kehidupan mengharuskan seseorang rindu akan masa lalu. Entah karena hidup sudah lelah dengan angka-angka, non-simple atau merindukan sesuatu yang nampak berat dan nampak sibuk terkadang sangat menyenangkan, karena memiliki historis tersendiri dan alasan healthy lifing, atau karena alasan teori psikologis, bahwa selalu berbeda-beda suasana dari waktu ke waktu sungguh sangat baik untuk suasana kejiwaan dan akan selalu siap dan menyenangkan menghadapi suasana kehidupan yang progresif dan dinamis.

Uang, barang, dan suasana kehidupan pada akhirnya memang merupakan kekuatan yang senantiasa mengisi rentetan dan alur sepanjang tahun yang telah, sedang, dan akan terus diapresiasi dan dijalani hingga setiap generasi agar selalu merasakan dan merasa bertanggung jawab untuk memanfaatkannya sebaik-baiknya. Pepatah orang tua dulu selalu mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa akan terlihat pada rasa hormatnya pada jasa-jasa orang tua dulu, tingginya peradaban, dan semangat tinggi untuk selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. [af, dbs]

Iklan

Tinggalkan komentar