Arsip untuk April, 2014

Idea

OPINI- Tingginya hampir 13 centimeter. Yang terlihat hanyalah sebuah tutup botol berwarna oranye menutupi empat sisi berlubang, membentuk empat sisi bersiku, menutupi cerita tiga siku sisi kiri kanan dan belakang, di bawahnya terbentang lapang sebuah bentukan meja coklat muda berukuran sekitar 50 x 100 meter. Sekilas yang terlihat hanyalah sebuah kotak kecil mungil yang terlihat dari jarak ratusan hingga ribuan meter. Namun menyelam ke dasar air jernih sekitar 2 meter lebih adalah sebuah Score Effect for the Club Energy.

Hampir saja melingkar bentuknya. Akan tetapi terlihat dari barat, melesat berlawanan kegagahan anak muda usia belasan tahun itu seolah menembus suasana puluhan tahun lampau dengan sepeda antiknya ke sebuah pedesaan. Menghampa. Malam seakan menjadi siang, siang seolah berganti malam, lautan seakan berpindah tempat, sebuah pertunjukan balapan dunia bukan hanya terpampang dalam sebuah layar tv, layar tancap berganti bioskop, hampir seukuran baligo mewah menandingi sebuah bendera yang hanya berkibar pada moment-moment tertentu. Dari kejauhan sepertinya pohon-pohon membisu. Sepertinya membaca peta yang berada di tempat manapun tak kalah menariknya dari apapun. Tak peduli hujan, omelan waktu, desahan seorang perawat gigi, antrian pengunjung cinema malam beberapa tahun lalu, atau tentang hilir mudiknya para pengembara waktu dengan sejumlah tata bahasanya. Dunia lagi-lagi terbentuk oleh sejumlah pragmatism dan ikhtiar yang tak berkesudahan.

Formasi dan langkah-langkah catur pun semakin menunjukkan kejelasannya pada tingkat kejelasan para penjelajah the secret literature semata. Dan matanya menyipit, karena langkah-langkah para pengembara semakin menunjukkan kegagahannya pada ruang dan waktu yang semakin fleksibel lentur pada kesemestaan alam yang begitu melebar dan meluas. Meskipun terkadang mimpi memiliki logikanya sendiri dengan kenyataan, akan tetapi sebuah mimpi selalu menghendaki formasi cerita yang nyaman, halus, dan melegakan pada konfigurasi suasana yang maha luas dan tak mudah diperkirakan. [AF]

Tinggalkan komentar

Catatan Untuk Tuhan

Cakcak berbadan mungil, tak sengaja, nongol, berpapasan, menoleh, dan matanya memandang lurus, seakan sebentar mengingatkan bahwa waktu dan agenda yang tak pernah usai-usai, adalah teman lama yang sudah lama tak berpapasan. Seperti melihat bola dunia mungil yang tersimpan pada jenis mahluk nan jauh berbeda semodel dinosaurus, cakcak dengan tangan-tangannya yang tampak halus dan menempel pada sebuah meja yang hampir nyaris bergelantungan, beberapa detik saja seakan menghilang, sebab mungkin berlama-lama memperhatikan mahluk yang berbeda dengannya, apalagi ukurannya hampir 1: 95 % lebih, sudah cukup untuk melangkahkan kakinya lagi menyusuri tempat-tempat sunyi atau bersembunyi lagi mencari moment yang tepat untuk menunjukkan kembali keberadaannya.

Akan tetapi sayangnya kura-kura hanya sebentar saja mengisi kediamannya yang berukuran sekitar lebih besar dari bentuk tubuhnya. Entah nyelonong kemana, beberapa tempat sudah dijelajahi, namun keberadaannya hampir serupa seperti cakcak, sebentar nongol lalu menghilang entah kemana. Seekor kera yang selalu berada di warung-warung jajanan, sepertinya belum waktunya untuk dilukiskan, selain karena kera berada di umur sekitar usia balita bahkan mungkin belum saatnya terlahir, kera konon selalu menemani kura-kura untuk lebih menghangatkan suasana pewarungan, hampir tak serupa dengan agenda aktivitas anak-anak sore dengan jaring-jaring mungilnya berbentuk seperti sisiuk untuk mengejar papatong atau sejenis binatang capung yang mampu terbang tinggi-tinggi menjulang sebagai inspirasi wright bersaudara dalam menciptakan sebuah pesawat terbang. Untuk sekadar menakut-nakuti agar anak-anak lekas pulang saat maghrib tiba, biasanya cerita kalong wewe cukup diperdengarkan pada mereka dengan sedikit nada tinggi untuk meyakinkan mereka lekas pulang.
Semut, dengan berbagai ukuran dan warna, biasanya berjalan perlahan saat obrolan pagi atau siang dini hari menemani. Itupun lagi-lagi karena tak sadar kedua bola mata reflex berpapasan atau karena komposisi, perkenan, dan kekayaan formasi setempat yang mengharuskan semua itu mesti berpapasan. Armstrong, lagi-lagi tentunya memiliki catatan tersendiri, dan Armstrong bertugas hanya sejenak mampir di sebuah keluarga planet untuk memastikan bahwa bumi memang bagian keluarga planet dan alam semesta yang sangat baik untuk berkreasi, berbagi, atau meluas-lapangkan sejumlah kelebihan dan kekurangan alam mikrokosmos beserta jajarannya. Dan lagi-lagi kesadaran ini hanya bisa tersentuh atau terjangkau karena semua terkadang sejalan, sewaktu, atau selebihnya mungkin karena cakcak semestinya tidak ditempatkan pada awal cerita ini. [AF]

Tinggalkan komentar

Malam Seperti Biasanya

Seluruh badannya sontak mengigil sebab hujan begitu deras. Meskipun suara syair dan lirik nyaris terdengar sendu, seperti disulap saja, warung-warung mendadak berjubel padat, sebab air di sekitar pertendaan itu menginginkan keadaan menjadi sebuah lautan sisi pantai, hampir mirip sebuah kolam di malam hari dengan seluruh suasananya. Dan rumput-rumput yang bersembunyi pun seolah-olah beralih menjadi sebuah nada cerita malam sebab mereka memiliki beberapa alasan mengapa pohon-pohon menjulang tinggi itu tampak terdiam, sedangkan suara nyamuk, suara hapalan lagu tanpa wujud sudut sana, hingga sapaan seorang anak muda berkendaraan yang gesit melintas dari sudut sebelah kanan, menampilkan karakteristik dan sosoknya yang begitu sangat khas. Namun sayangnya malam itu tak ada cerita dialog on-air, sebab malam begitu dingin sedangkan hujan begitu deras. Untuk menutup diri dengan jaket tebal seraya berkerumun, boleh-boleh saja untuk memperkenankan sahabat lainnya menujukkan sejumlah suasana keseluruhannya hingga menyuguhkan berbagai alasan mengapa mereka tidak berada di sebuah pertendaan.

Sebenarnya bukan mereka yang nampak di pinggiran laut malam itu. Meskipun jalan menuju wajah lautan itu mesti ditempuh sejumlah jalan, sejumlah pemandangan, hingga sejumlah suasana, kehadiran mereka sebenarnya ingin menyapa langit. Namun sebab error things, sebenarnya malam sangat baik juga untuk mengendarai kendaraan putar berbalik atau mendengarkan berbagai syair dan lirik yang nyaris menyentuh berbagai aliran yang datang dari berbagai penjuru. Cukup mendengarkan saja, katanya adalah sebuah langkah yang sangat bijaksana untuk menghadapi suasana saat itu. Meskipun aktivitas berolah raga dan aktivitas berkesenian belum nampak, sebab sunset belum menunjukkan keberadaannya, mengambil picture di malam hari pun bukanlah langkah yang tepat dan langkah yang cukup bijaksana. Untuk melelapkan mata yang kantuk, sudahlah cerita bayangan bergentanyangan yang cukup hadir dalam sebuah dongengan. Setback berpikir mundur pun terkadang lebih menguatkan tentang sebuah perjalanan beberapa tahun lalu itu. Apalagi agenda untuk volley games playing, sudah waktunya beberapa saat lagi, untuk sekadar melupakan agenda menangkap sejumlah barang yang bergantungan di atas. Mereka bukan apa-apa, mereka sekadar pribadi-pribadi biasa bentukan sejarah sepanjang zaman dan periode.

Suara burung nyaris tak terdengar saat itu. Selain karena mengukir dan mematung sudah merupakan bagian dari sks, bango merupakan sejenis burung yang sangat jauh berbeda dengan lebah. Burung yang biasa berada di pesisir lautan itu biasanya menjelajahi tempat tidak hanya memperluas pemandangan dan suasana, burung yang biasa berkelompok ini pun terkadang lebih memperkaya suasana lautan. Sangat berbeda dengan lebah, lebah tak hanya menghasilkan suara yang khas, akan tetapi lebah pun menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh badan. Malam, saat itu seperti malam-malam lainnya. Disneyland, Hollywood, Dufan, seolah-olah terlupakan dan yang hadir hanyalah sebuah lingkaran para penjelajah di sebuah lembah menjelang sunset, namun untuk mengatakan sesuatu tentang apapun cukuplah mereka yang sudah tak sengaja melihat, mendengar, dan merasakan tentang apapun yang hilir mudik menghantui, mencolek, menghibur, memperluas, dan lebih menguatkan. [af]

Tinggalkan komentar