Arsip untuk Mei, 2014

Memahami Perjalanan

 

Diran, teman saya, bilang,  tak ada di dunia ini yang satu sama lainnya tidak saling berhubungan. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya itu diatur sedemikian rupa, dimana dalam kaca mata sufistik maupun kaca mata filosofi,  mereka ditakdirkan wajib dan berhak dengan sendirinya memerankan nadanya masing-masing hingga terbentuk orkesta kesemestaan yang luar biasa. Angin berhembus ke setiap ruangan menyapa air yang bersembunyi menggumpal di balik awan, awan merelakan serbuan air jatuh menghujan menghampari daratan, rerumputan pepohonan menyambutnya hingga akar-akarnya menyebar merindangkan daun-daunnya hingga tampaklah bebuahan mengisi tiap sudut ranting-ranting, atau air hujan itu mengalir ke setiap jalanan membentuk sungai hingga lautan tersorot mentari untuk kembali berawan terhembus angin. Script writer memerlukan data, data memerlukan deskripsi, deskripsi memerlukan media atau photography, photography memerlukan kualitas SDM, dan SDM memerlukan asupan ilmu pengetahuan yang intensif dan berkualitas.

Perjalanan di dunia memang bukan hanya sekadar singgah semata. Akan tetapi siapapun mesti rela dan lapang dada, bahwa alam semesta dikondisikan sedemikian rupa untuk siapapun wajib dan berhak berusaha berlomba-lomba memerankan peranan sebaik-baiknya peran yang telah dipercayakannya. Stephen, mendefinisikannya sebagai sebuah texture halaman yang tak hanya sekadar diingat akan tetapi menjadi sebuah bangunan karakteristik yang berwujud menjadi sebuah perilaku kebiasaan. Dan kemahiran selalu memerlukan pekerjaan yang diulang-ulang. Seorang ayah atau seorang ibu atau seorang pimpinan harus memerankan peranan sebaik-baiknya peran agar menjadi cermin, sosok, atau figure  dambaan  anggota keluarganya. Seorang muslim muslimat dulu diperkenalkan bahwa surga itu sungguh berada di telapak kaki seorang ibu. Seorang anak, harus memerankan peran anak sebaik-baiknya agar menjadi sosok yang dapat mengukir nama baik keluarganya, seorang pekerja harus memerankan sebaik-baiknya peran pekerja agar menghasilkan hasil produktivitas yang luhur sebagaimana diharapkan oleh majikannya atau konsumennya, dan seorang siswa harus memerankan peranannya sebagai peran siswa agar mampu menghasilkan karya dan nilai rapor yang setinggi-tingginya, sebagaimana diharapkan oleh dirinya maupun orang tuanya.

Rimba dunia memang tak hanya sekadar dapat difahami semata. Akan tetapi melalui ayat-ayat yang tersurat, tersirat, yang tampak sebagai sebuah pergerakan alam dan pergerakan sosial, siapapun dapat mempelajarinya sebaik-baiknya. Experience is the best teacher. [AF]   

           

Iklan

Tinggalkan komentar