asep fitriana

Menyukai dunia seni-sastra dan senang mencoba hal-hal baru

Homepage: http://asepfitriana.wordpress.com

Cash Flow Strategy

Rich Dad Poor Dad, sebenarnya kalau boleh ikut mengilustrasikan, pustaka lama ini bukan hanya sebagai sebuah perjalanan dialektika dan bathin ruhiah semata, namun kiranya penulis cukup cerdas dalam merekam ulang gerak-gerik perjalanan hingga dialog ringan seorang anak muda belia belasan tahun dan seorang anak dewasa di ranah dunia bisnis. Meskipun dunia bisnis masih terus berkutit dan berputar intensif dalam logika angka-angka, teori kontemporer, hingga teori modern yang dapat dijelaskan secara runut dan sederhana, kehadiran pustaka berwarna merah putih dengan bentuk tulisan yang cukup menonjol ini sangatlah brilian dalam menjelaskan prinsip-prinsip financial sederhana yang sering diketemukan dalam dunia bisnis hingga dunia bisnis keluarga. Seperti halnya tradisi puncak munculnya corporation barat hingga timur yang terlahir dari lingkungan bisnis keluarga secara step by step dan consisten dalam mengimbangi laju perkembangan news update on economic focus, hadirnya pustaka bertebal sekitar ratusan halaman ini cukup kiranya melepas dahaga panjang.

Assets ibarat sebuah saku yang sering digambarkan sebagai harta kekayaan. Ia cenderung memberikan ruang untuk menyimpan harta kekayaan berupa material cash maupun berbentuk cheque yang sangat bermanfaat dalam berinvestasi hingga berdurasi jangka panjang. Ia cenderung memasukkan harta kekayaan dan melipatkangandakan harta kekayaan tersebut jauh berbeda dengan liabilitas yang cenderung mengeluarkan harta kekayaan dengan berbagai macam tujuan. Menjaga assets secara bijaksana berarti menjaga keberlangsungan masa depan. Assets yang produktif senantiasa bermanfaat dan bernilai bagi internal corporation maupun eksternal sebuah corporation. Kesehatan, kendaraan umum, pomp bensin, computer public, property merupakan beberapa contoh assets sederhana yang berkemungkinan besar dan mampu melipatgandakan harta kekayaan public untuk hari ini, esok, hingga masa depan.

Kehadiran Rich Dad Poor Dad memang sangatlah menarik dalam memperluas referensi sederhana seperti halnya kehadiran pustaka era 2000-an semisal Beberapa Langkah Menuju Kekayaan Sejati ini. Agak sedikit berbeda dengan pustaka terakhir ini, prinsip-prinsip tentang kekayaan yang diurai dalam beberapa prinsip dasar pada buku yang berbackground sebuah alam pantai ini, dijelaskan begitu detail dan ringkas hampir sama dengan dialog yang diketengahkan pada buku Rich Dad Poor Dad ini. Mereka berfokus pada kehidupan yang seringkali diketemukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja bedanya buku Beberapa Langkah Menuju Kekayaan Sejati sedikit banyak merekam ulang tentang sosok seorang wanita tua sebagai seorang teacher profesional sekaligus sebagai pemerhati dunia financial dengan segudang permasalahannya. Dan Suze Norman penulis buku terakhir ini begitu piawai dalam menjelaskan hubungan antara dunia spiritual dan dunia angka-angka yang sering diketemukan dalam the world of business.  [AF]

Tinggalkan komentar

Memahami Kehidupan Surga  

J0099162      Singkat cerita, konon, tiga orang pemuda rupawan belia bertubuh kurus lunglai semampai itu, terjebak di sebuah samudra lautan lepas, selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya. Karena tidak sengaja menemukan dan menggosok sebuah benda aneh berbentuk teko, makhluk bertubuh besar itu tiba-tiba muncul, lalu bertanya pada ketiga pemuda tersebut. “Karena Baginda-Baginda telah mengeluarkan dan menyelamatkan saya dari teko ini, terus terang saja, saya menjadi sangat bahagia, bebas, dan merdeka. Karena itu jangan sungkan-sungkan, sebagai balas jasa saya karena Baginda telah menolong saya, apapun permintaan Baginda, akan segera saya kabulkan.”  “Baiklah wahai makhluk asing. Begini, saya sebenarnya sudah bosan dan jenuh berlayar tanpa menepi di lautan lepas ini. Saya memiliki keluarga, anak-anak, dan kehidupan di tepian. Saya teramat sangat merindukan mereka berkumpul kembali. Jadi, tolong kembalikan dan pertemukan saya dengan mereka.” Makhluk asing itu mendengarnya, berjampi-jampi, lalu tiba-tiba lenyaplah pemuda satu itu dari pandangan mereka. “Jangan khawatir, dia sudah saya penuhi permintaannya.”  Makhluk asing bertubuh besar dan mengapung itu, tiba-tiba berusaha meyakinkan mereka.

Merasa terkejut, pemuda yang kedua, dengan nada tergesa, lalu lekas memohon. “Wahai makhluk asing, Anda sungguh luar biasa!!?? Saya juga merasa jenuh dan bosan hidup berbulan-bulan di lautan lepas ini tanpa tujuan yang jelas. Coba saja bayangkan, setelah sekian tahun lamanya hidup mengendalikan perusahaan mewah saya dan hidup bertahun-tahun senang mewah mengurus kehidupan keluarga dan anak-anak saya, tiba-tiba saya harus terdampar di samudera lautan lepas ini tanpa arah dan tujuan yang jelas. Saya sungguh sangat menderita. Setiap malam, angin mendesir begitu memilukan. Cari makanan, susahnya luar biasa. Setiap waktu, saya terus dihantui dengan kedatangan ombak besar yang datang secara tiba-tiba. Badai hujan silih berganti, sementara daratan yang saya dambakan pun, tidak pernah saya ketemukan sama sekali. Jujur saja, saya depresi, stress, dan hampir putus asa wahai Makhluk asing. Jadi, tolonglah saya wahai makhluk asing, tolonglah saya, tolonglah saya kembalikan ke dunia saya yang sebenarnya. Saya merindukan perusahaan saya, keluarga, dan anak-anak saya…..” “Baiklah Baginda, cerita Baginda sungguh sangat menyedihkan dan menyentuh hati nurani saya. Karena Baginda telah menolong saya, permohonan Baginda akan lekas saya kabulkan.” Lalu tidak lama kemudian, beberapa detik saja, pemuda kedua itu menghilang dari pandangan mereka.

Sepertinya makhluk asing itu merasa kaget dengan tingkah laku pemuda yang ketiga. Lalu ia bertanya penuh keheranan. “Sepertinya Baginda nampak tenang-tenang saja tidak seperti kedua pemuda tadi. Boleh saya mengetahui alasannya, wahai Baginda?” “Wahai makhluk asing, saya ini pemuda biasa saja. Saya tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki keluarga, apalagi anak-anak. Kehidupan saya sungguh sangat terasing. Sebenarnya kepergian kedua pemuda tadi sungguh menambah penderitaan saya. Saya semakin terasing. Jadi, kalau boleh, tolong kembalikan lagi kedua pemuda tadi berkumpul lagi dengan saya, wahai makhluk asing.” “Ah yang bener Wahai Baginda?” ”Ya!” “Baiklah wahai Baginda”. Singkat cerita, permohonan pemuda ketiga itu terkabul, hingga akhirnya mereka berkumpul kembali di sebuah samudra lautan lepas. Konon, diantara mereka ada yang bahagia, sementara kedua pemuda yang menghilang beberapa saat itu, tentu merasa kecewa sebab setelah beberapa saat berkumpul lagi dengan dunia pekerjaan, keluarga dan anak-anaknya, mereka harus kembali lagi berlayar mengarungi samudra lautan lepas entah sampai kapan akan berakhir. [dbs]

Tinggalkan komentar

Serpihan Karikatur Jurnalism

AG00037_

Dunia Jurnalistik adalah dunia yang menyentuh dan mencakup semua pembendaharaan verbalisasi dan visualisasi aktivitas holistik kemanusiaan. Lebih menukik lagi dunia jurnalistik berusaha merekam seluruh fenomena komunitas kemanusiaan hingga seluruh faktor yang melingkupinya sebagai sebuah realitas mafhum yang kemudian dibingkai kedalam sebuah media semisal newspaper, film, music, photography, hingga tampak layak untuk dikonsumsi publik sebagai menu makanan siap saji dan sebuah referensi yang membangun sebuah kualitas dan karakteristik system makrokosmik maupun system mikrokosmik. Check and recheck atau tabayyun dan cover both side attitude atau wasathon terhadap sebuah realitas, opini, dan pemberitaan yang dikenal dalam dunia jurnalistik, bukan hanya semata sebagai pondasi dasar, akan tetapi menjadi sebuah ruh dan energi yang serta merta membentuk lingkaran seperti halnya bola es yang menggelinding membesar hingga tampak seperti bangunan real mahakarya naturalistik yang tidak hanya sekedar memberikan sebuah referensi semata namun menjadi sebuah travelling kejiwaan yang merilekkan sebentar, karena aktivitas keseharian begitu mencekam. Spielberg, barangkali memotretnya dan kemudian mendefinisikannya sederhana sebagai sebuah serpihan-serpihan mungil namun berkualitas untuk sebuah mahakarya layar lebar.

Seakan tidak akan pernah mati, aktivitas membaca kemudian menjadi sebuah aktivitas bawah sadar dan aktivitas yang disadari karena memiliki daya dan kekuatan yang luar biasa. Itulah mungkin beberapa alasan sederhana, kenapa dalam dunia civitas akademika kemahasiswaan, tradisi untuk membaca sumber referensi bacaan lebih banyak secara mandiri, menjadi aktivitas ‘wajib’ yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Tentu saja bukan hanya sekedar memindahkan beberapa deret kalimat dalam sebuah karya tulis, namun mereka dibentuk menjadi pribadi yang lihai dan terampil dalam menghadapi berbagai bentuk keadaan dan situasi. Dan modal dasar ini pun seringkali diketemukan dalam dunia realitas sesungguhnya tanpa seseorang harus melewati jalur formal akademik sekalipun. Otodidak atau belajar secara mandiri atau bercermin pada kehidupan sesungguhnya sudah menjadi bahasa umum yang sudah tidak asing lagi. Berbekal kemauan yang keras, siapapun dapat menjadi apapun sesuai dengan kadar dan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Membaca, tidak hanya sebuah aktivitas yang menyenangkan, akan tetapi membaca adalah sebuah aktivitas perjalanan ruhiyah yang turut membuka lebar luas seseorang dalam melihat keseluruhan alam semesta ini.

Biduan, olahragawan, entrepreneurship kewirausahaan, guru, dokter,  investor, wartawan, pekerja lepas, atau leadership, adalah sederetan profesi dan peran yang tidak hanya terbentuk satu atau dua hari saja, akan tetapi mereka tentu menyusuri perjalanan panjang penuh liku hingga mereka menemukan seluruh kesejatian dirinya. Selain karena perkenan takdir dan nasib, karena bentukan perilaku alam dan cerdas membaca fenomena alam dan fenomena sosial, pada akhirnya siapapun bisa saja mendapatkan profesi dan peran tersebut secara alamiah ataupun ilmiah. [AF]

Tinggalkan komentar

Kualitas Hidup Seutuhnya  

 

PH01046J            Baru-baru ini,  dalam sebuah beranda,  yang hanya dapat dibaca oleh mereka yang sudah memiliki sebuah account jejaring sosial atau account commercial yang berada dalam sebuah website atau internet, atau mereka yang sudah terlanjur menyukai sebuah icon, produk,  atau  sebuah komunitas tertentu, badan antariksa NASA melaporkan, sebuah asteroid sebesar rumah telah melewati bumi dengan selamat. Tentu saja ini merupakan karunia Tuhan dan kehendak Tuhan yang patut disyukuri. Beberapa tahun lalu, karena aktivitas asteroid singgah ke bumi, masyarakat dunia hingga ahli geologis sempat dikejutkan, karena sebagian permukaan bumi sempat berubah, yang tentu saja berdampak berbeda pada system kehidupan yang sudah tertata dan sebagian sudah terdeteksi sebelumnya. Terlepas dari benar tidaknya informasi tersebut, tentu saja bagi mereka yang yakin, peristiwa tersebut merupakan peristiwa misterius yang perlu dicatat.

Sesuatu yang masih misteri lainnya hingga detik ini, selain tentang kapan pastinya awal penciptaan alam semesta,  hampir semua orang mafhum bahwa jumlah spesies makhluk yang bernama manusia, secara universal memiliki identitas dan bentuk yang serupa, namun mereka hampir dipastikan memiliki raut wajah dan sidik jari yang berbeda-beda. Kalaupun ada yang sama, sudah bisa dipastikan mereka bisa dihitung jari, dan bentuk sidik jari, hampir belum pernah mendengar sebuah penelitian yang menemukan bahwa bentuk sidik jari seseorang seluruhnya sama atau ada yang sama. Jumlah nama seseorang, tempat, produk, lisensi, maaf,  karya sastra, model rambut hingga bentuk dan warna sandal ataupun sepatu, jauh mengungguli trend persamaannya dibandingkan dengan misteriusitas tentang awal penciptaan alam semesta atau tentang perbedaan raut wajah tersebut diatas.

Anehnya lagi, kebanyakan orang, seakan tidak peduli dan ambil pusing dengan fenomena tersebut. Selain mungkin karena dirasa kurang ada manfaatnya, aktivitas pragmatism atau hal-yang mendesak utama seperti mencari rizki untuk makan minum sehari-hari dari pagi hingga malam, mendidik, merawat, hingga menyekolahkan anak hingga berhasil meraih gelar dan berharap mendapatkan pekerjaan hingga dapat menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, mencari biaya untuk listrik, kesehatan, air, telepon, perabotan dapur yang sudah kadaluarsa, atau aksesoris fashion, jauh lebih penting diutamakan daripada hal-hal lainnya. Covey meneliti kebiasaan perilaku manusia ke dalam satu kotak yang terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama sangat penting, kedua penting, ketiga tidak penting, dan keempat sangat tidak penting. Bagi mereka yang banyak berada pada zona pertama dan kedua secara bijaksana, akan melahirkan pribadi-pribadi yang disiplin, ulet, dan sukses. Pribadi-pribadi yang sukses selalu memiliki aktivitas prioritas yang dapat diperhitungkan dan dapat dipertanggung jawabkan seperti bekerja, belajar, aktivitas fisik, mental, sosial, dan spiritual yang intensif. Sedangkan pribadi-pribadi yang lemah yang kurang bertanggung jawab mereka lebih banyak berada pada zona tiga dan empat seperti banyak menerima telepon salah sambung atau mengurus pekerjaan yang bukan kesenangan dan keahliannya. Dan sesekali keluar sebentar dari lingkaran zona tersebut, atau covey menyebutnya ‘mengasah’ gergaji setelah gergaji tersebut dipakai berlama-lama, atau sebentar beristirahat, membaca, relaksasi, berevaluasi, adalah sebuah jeda yang dapat menyemangati dan memberikan alasan plus kembali dalam melakukan aktivitas keseharian yang berkualitas.

Biasanya rata-rata usia seseorang kini secara lahiriah hingga ratusan saja. Itupun hanya beberapa saja. Rosul, utusan, dan manusia pilihan Tuhan pun diberikan jatah usia lahiriah mencapai usia 60-an saja. Akan tetapi secara ruhaniah, usia rosul seakan abadi sepanjang masa. Selain karena perilaku rosul adalah sebuah terjemahan dari titah ke-Tuhanan, rosul telah berhasil melakukan aktivitas tersebut dengan baik, benar, dan sabar. Dalam mahakarya arsitektur, bahasa, seni, hingga dunia metafisika, seringkali kita menemukan nama-nama pilihan Tuhan tersebut dengan mata telanjang hingga terdengar ke dalam lubuk hati di sepanjang masa sebagai sebuah sumber referensi dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna. [AF]

Tinggalkan komentar

Sebuah Pelangi Aktivitas

41HUBBUN seringkali didefinisikan sebagai kasih sayang. Mempertahankan kesuksesan konon lebih berat daripada meraih kesuksesan. Sama halnya mempertahankan hubungan asmara, pun konon lebih berat daripada meraih asmara tersebut.  Di sisi lain ada yang berpendapat bahwa mencintai adalah sebuah kelemahan sedangkan dicintai adalah sebuah kekuatan. Berbeda dengan kaum ekstrem cineas aktor, mereka sedikit berpendapat bahwa ada uang ada pasangan, tidak ada uang tidak ada pasangan. Sedangkan hubbun atau kasih sayang bagi kaum spiritual, cinta adalah sebuah anugerah dari Tuhan yang meliputi jiwa, raga, dan harta kekayaan yang berlimpah. Akan tetapi Tuhan mengisyaratkan bahwa ada yang lebih baik dari itu. Balasan bagi orang yang bertakwa adalah jannah surga dan pasangan yang bersih yang kekal di dalamnya. Mereka adalah yang sabar, benar, taat, menafkahkan sebagian rizki yang telah dilimpahkan dariNya, dan mereka yang sering beristighfar di waktu sahur atau waktu sebelum fajar menyingsing mendekati subuh. (Ali ‘Imran:14-17)

Agar supaya aktivitas lebih berwarna, setiap orang atau institusi tentu memiliki aktivitas prioritas atau pilihan. Dan bekerja adalah salah satu aktivitas yang dilindungi oleh UUD’45. Setiap warga negara yang sudah menginjak usia dewasa atau sudah baligh, mereka berhak dan berkewajiban mendapatkan pekerjaan dan melakukan aktivitas pekerjaannya tersebut secara profesionalitas dan bertanggungjawab, baik bertanggung jawab pada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa negaranya sendiri. Agama pun menekankan bahwa bekerja merupakan bentuk ibadah atau penghambaan pada Allah, Tuhan, Pemilik Alam semesta beserta isinya.  Agar supaya aktivitas bekerja senantiasa bernilai dan berkualitas, yakni bermanfaat besar bagi dirinya sendiri maupun kepentingan umum, maka bekerja pun memiliki rambu-rambu tersendiri yang harus dipatuhi oleh pekerja itu sendiri. Bagi mereka yang bekerja di sebuah institusi atau karyawan, mereka pun harus mematuhi jam kerja, job description atau penjelasan bentuk kerja, dan etos kerja atau tata nilai yang sudah dirumuskan bersama, baik secara tertulis maupun tidak. Biasanya mereka yang sedikit melanggar tata nilai tersebut, selain kena sanksi administratif, mereka pun akan kena sanksi teguran, baik secara langsung terasa maupun tidak, baik itu dari Tuhan, diri sendiri, atasannya, maupun lingkungan sekitarnya.

Sedangkan bagi mereka yang bekerja secara mandiri atau memiliki usaha sendiri, baik itu berbentuk Usaha Kecil Menengah atau berbentuk corporation perusahaan besar, CV, PT,  dan sejenisnya, mereka pun  tentu memiliki etos kerja atau gaya bekerja tersendiri yang selalu tunduk patuh pada profesi kerjanya maupun rambu-rambu yang berlaku di masyarakat sekitarnya yang selalu dinamis dan fleksibel tidak kaku dalam menerima perubahan dan perkembangan kebutuhan masyarakat pada umumnya, termasuk undang-undang atau hukum itu sendiri terkhusus pasal yang mengatur setiap aktivitas dan setiap bentuk pekerjaan yang dilindungi undang-undang. Hukum, atau tata tertib, pada akhirnya dirumuskan dan ditegakkan agar terciptanya masyarakat yang melek hukum, benar, adil, dan sejahtera (pen., mora.fm), sebagaimana telah dirumuskan dalam dasar Negara Pancasila sila ke-5, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Membaca bukan sekedar aktivitas para intelektual dan orang-orang sukses semata. Ayat pertama yang turun saja, siapapun itu seseorang diperintahkan untuk membaca.  Iqra’ atau bacalah tidak hanya sekadar membaca ayat-ayat yang tertulis, akan tetapi seseorang diperintahkan untuk membaca yang tersirat yang tergambar dan tersedia di alam semesta ini. Membaca yang baik sebenarnya tidaklah terlalu jauh dan tidaklah terlalu dekat. Menurut beberapa sumber, jarak membaca 30 centimeter ke media pustaka atau kurang lebih sejengkal tangan adalah jarak yang baik dan normal. Untuk mengistirahatkan mata, memandang objek jauh atau melihat tumbuhan berwarna hijau dinilai sangat baik untuk kesehatan mata.

Membaca, sangat berkaitan erat dengan konsentrasi. Selain karena unsur genetitas bawaan, menurut para ahli daya konsentrasi seseorang itu disesuaikan dengan besar kecilnya usia seseorang.  Misalkan, seandainya usia Anda 40, maka daya konsentrasi itu sekitar 40 menit saja sejak anda menyadari tentang sesuatu. Akan tetapi kemudian Quantum Learning  terbitan Kaifa era 90-an sebuah metode pembelajaran cepat dan sukses menambahkan bahwa ketika Anda menghadapi pekerjaan yang berat seperti membaca, efek musik yang tenang seperti musik barok dengan tempo yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, dinilai sebagai metode untuk memperingan tugas berat Anda. Anda akan terus merasa rileks nyaman sebab aktivitas jantung dapat terkontrol.  Orang-orang jenius,  seperti ditemukannya  penemuan-penemuan lampu listrik yang menerangkan seluruh  jagat raya, ditemukannya pesawat terbang untuk mempercepat perjalanan, singgahnya manusia di bulan, adalah beberapa contoh karena mereka jeli dan cerdik ‘membaca’ fenomena alam sebagai karunia Tuhan. Selamat membaca, semoga bermanfaat. [AF] *

_______________________

* Mantan ketua perpustakaan,  peserta kurikulum 2004 di Cianjur, karyawan tidak tetap di sebuah Notaris PPAT Kab. Bandung, peserta seminar fidusia di hotel universal Bandung, dan Blogger.     

 

Tinggalkan komentar

Berhusnuzhon di Dunia E-Commerce

Disertai pengawasan intensif dari keluarga dan sinergisitas masyarakat untuk memiliki goodwill ke depan, agar suasana kehidupan lebih baik, kehidupan online/e-commerce dan offline, bisa saja diprediksi akan tumbuh pesat, dimana kehidupan akan lebih sehat, lebih sejahtera, dan individu, masyarakat, atau institusi memiliki positive paradigm (husnuzhon) dan semangat terus untuk menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan yang berbeda-beda di setiap waktu dan zamannya. [AF]

http://www.asepfitri.blogspot.com

 

Tinggalkan komentar

Reformasi Aktivitas di Alam Modernitas

J0315580Berikut mungkin dapat menginspirasi Anda dalam menghadapi berbagai tantangan yang seringkali datang silih berganti di sepanjang waktu:
1. Berolah ragalah secara rutin teratur minimal tiga hari sejam dalam seminggu. Aktivitas ini sebenarnya untuk menguatkan fisik seseorang dalam menghadapi beban yang terkadang datang secara tidak terduga. Rosul mengajarkan untuk memilih olah raga yang sesuai dengan fisik seseorang. Berenang dan jalan sehat adalah beberapa olahraga yang sering dianjurkan oleh rosul.
2. Mengatur nutrisi empat sehat lima sempurna. Sebaik-baiknya makan dan minum pada prinsipnya adalah ia tidak bersifat berlebihan. Makan minumlah secukupnya sesuai dengan kebutuhan.
3. Bekerja semampunya. Bekerja yang baik adalah berusaha dengan kemampuan yang dimilikinya dan terus berusaha meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.
4. Hemat. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan bukan hanya sekedar belanja sesuai dengan apa yang diinginkan. Anggaran pendapatan belanja sebaiknya diatur sebaik-baiknya dan seefisien mungkin.
5. Menjaga silaturahmi. Menjalin kasih sayang persaudaraan yang intensif terkadang dapat membuka lebar suasana untuk saling tolong menolong. Pepatah bijak dulu mengingatkan bahwa pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang rutin terus menerus dilakukan tiada henti. Jadi membuat agenda rutin mingguan atau bulanan untuk bersilaturahmi adalah langkah yang cukup bijaksana.
6. Istirahat tidur kurang lebih delapan sejam sehari. Tubuh pun perlu istirahat untuk menyambut kembali aktivitas harian. Hanya dengan kondisi tubuh yang sehat dan segar agenda aktivitas akan dengan mudah dipenuhi sebaik-baiknya.
7. Menekuni aktivitas spiritual secara rutin. Mengunjungi tempat beribadah, melaksanakan aktivitas ibadah individu seringkali akan lebih memperluas dan memperkaya system pertahanan pribadi sosial dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan. Dan ini adalah modal kehidupan yang sangat besar.
8. Refreshing. Mengatur agenda pemulihan dan penyegaran tubuh atau relaksasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi budget dan tidak perlu mahal-mahal. Mengunjungi alam pegunungan, laut, atau keluarga di pedesaan, adalah beberapa pilihan untuk kembali bersemangat menyambut aktivitas harian.
9. Evaluasi. Evaluasi sebenarnya mengkaji ulang setiap aktivitas dan agenda yang kiranya kurang efektif, keluar dari jalur yang diharapkan, dan aktivitas bersifat pemborosan. Sesekali melakukan studi literature, studi lapangan, atau konsultasi kepada mereka yang sudah terbilang sukses, kiranya merupakan langkah yang cukup bijaksana. [dbs]

Tinggalkan komentar