Memahami Perjalanan

 

Diran, teman saya, bilang,  tak ada di dunia ini yang satu sama lainnya tidak saling berhubungan. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya itu diatur sedemikian rupa, dimana dalam kaca mata sufistik maupun kaca mata filosofi,  mereka ditakdirkan wajib dan berhak dengan sendirinya memerankan nadanya masing-masing hingga terbentuk orkesta kesemestaan yang luar biasa. Angin berhembus ke setiap ruangan menyapa air yang bersembunyi menggumpal di balik awan, awan merelakan serbuan air jatuh menghujan menghampari daratan, rerumputan pepohonan menyambutnya hingga akar-akarnya menyebar merindangkan daun-daunnya hingga tampaklah bebuahan mengisi tiap sudut ranting-ranting, atau air hujan itu mengalir ke setiap jalanan membentuk sungai hingga lautan tersorot mentari untuk kembali berawan terhembus angin. Script writer memerlukan data, data memerlukan deskripsi, deskripsi memerlukan media atau photography, photography memerlukan kualitas SDM, dan SDM memerlukan asupan ilmu pengetahuan yang intensif dan berkualitas.

Perjalanan di dunia memang bukan hanya sekadar singgah semata. Akan tetapi siapapun mesti rela dan lapang dada, bahwa alam semesta dikondisikan sedemikian rupa untuk siapapun wajib dan berhak berusaha berlomba-lomba memerankan peranan sebaik-baiknya peran yang telah dipercayakannya. Stephen, mendefinisikannya sebagai sebuah texture halaman yang tak hanya sekadar diingat akan tetapi menjadi sebuah bangunan karakteristik yang berwujud menjadi sebuah perilaku kebiasaan. Dan kemahiran selalu memerlukan pekerjaan yang diulang-ulang. Seorang ayah atau seorang ibu atau seorang pimpinan harus memerankan peranan sebaik-baiknya peran agar menjadi cermin, sosok, atau figure  dambaan  anggota keluarganya. Seorang muslim muslimat dulu diperkenalkan bahwa surga itu sungguh berada di telapak kaki seorang ibu. Seorang anak, harus memerankan peran anak sebaik-baiknya agar menjadi sosok yang dapat mengukir nama baik keluarganya, seorang pekerja harus memerankan sebaik-baiknya peran pekerja agar menghasilkan hasil produktivitas yang luhur sebagaimana diharapkan oleh majikannya atau konsumennya, dan seorang siswa harus memerankan peranannya sebagai peran siswa agar mampu menghasilkan karya dan nilai rapor yang setinggi-tingginya, sebagaimana diharapkan oleh dirinya maupun orang tuanya.

Rimba dunia memang tak hanya sekadar dapat difahami semata. Akan tetapi melalui ayat-ayat yang tersurat, tersirat, yang tampak sebagai sebuah pergerakan alam dan pergerakan sosial, siapapun dapat mempelajarinya sebaik-baiknya. Experience is the best teacher. [AF]   

           

Iklan

Tinggalkan komentar

Idea

OPINI- Tingginya hampir 13 centimeter. Yang terlihat hanyalah sebuah tutup botol berwarna oranye menutupi empat sisi berlubang, membentuk empat sisi bersiku, menutupi cerita tiga siku sisi kiri kanan dan belakang, di bawahnya terbentang lapang sebuah bentukan meja coklat muda berukuran sekitar 50 x 100 meter. Sekilas yang terlihat hanyalah sebuah kotak kecil mungil yang terlihat dari jarak ratusan hingga ribuan meter. Namun menyelam ke dasar air jernih sekitar 2 meter lebih adalah sebuah Score Effect for the Club Energy.

Hampir saja melingkar bentuknya. Akan tetapi terlihat dari barat, melesat berlawanan kegagahan anak muda usia belasan tahun itu seolah menembus suasana puluhan tahun lampau dengan sepeda antiknya ke sebuah pedesaan. Menghampa. Malam seakan menjadi siang, siang seolah berganti malam, lautan seakan berpindah tempat, sebuah pertunjukan balapan dunia bukan hanya terpampang dalam sebuah layar tv, layar tancap berganti bioskop, hampir seukuran baligo mewah menandingi sebuah bendera yang hanya berkibar pada moment-moment tertentu. Dari kejauhan sepertinya pohon-pohon membisu. Sepertinya membaca peta yang berada di tempat manapun tak kalah menariknya dari apapun. Tak peduli hujan, omelan waktu, desahan seorang perawat gigi, antrian pengunjung cinema malam beberapa tahun lalu, atau tentang hilir mudiknya para pengembara waktu dengan sejumlah tata bahasanya. Dunia lagi-lagi terbentuk oleh sejumlah pragmatism dan ikhtiar yang tak berkesudahan.

Formasi dan langkah-langkah catur pun semakin menunjukkan kejelasannya pada tingkat kejelasan para penjelajah the secret literature semata. Dan matanya menyipit, karena langkah-langkah para pengembara semakin menunjukkan kegagahannya pada ruang dan waktu yang semakin fleksibel lentur pada kesemestaan alam yang begitu melebar dan meluas. Meskipun terkadang mimpi memiliki logikanya sendiri dengan kenyataan, akan tetapi sebuah mimpi selalu menghendaki formasi cerita yang nyaman, halus, dan melegakan pada konfigurasi suasana yang maha luas dan tak mudah diperkirakan. [AF]

Tinggalkan komentar

Catatan Untuk Tuhan

Cakcak berbadan mungil, tak sengaja, nongol, berpapasan, menoleh, dan matanya memandang lurus, seakan sebentar mengingatkan bahwa waktu dan agenda yang tak pernah usai-usai, adalah teman lama yang sudah lama tak berpapasan. Seperti melihat bola dunia mungil yang tersimpan pada jenis mahluk nan jauh berbeda semodel dinosaurus, cakcak dengan tangan-tangannya yang tampak halus dan menempel pada sebuah meja yang hampir nyaris bergelantungan, beberapa detik saja seakan menghilang, sebab mungkin berlama-lama memperhatikan mahluk yang berbeda dengannya, apalagi ukurannya hampir 1: 95 % lebih, sudah cukup untuk melangkahkan kakinya lagi menyusuri tempat-tempat sunyi atau bersembunyi lagi mencari moment yang tepat untuk menunjukkan kembali keberadaannya.

Akan tetapi sayangnya kura-kura hanya sebentar saja mengisi kediamannya yang berukuran sekitar lebih besar dari bentuk tubuhnya. Entah nyelonong kemana, beberapa tempat sudah dijelajahi, namun keberadaannya hampir serupa seperti cakcak, sebentar nongol lalu menghilang entah kemana. Seekor kera yang selalu berada di warung-warung jajanan, sepertinya belum waktunya untuk dilukiskan, selain karena kera berada di umur sekitar usia balita bahkan mungkin belum saatnya terlahir, kera konon selalu menemani kura-kura untuk lebih menghangatkan suasana pewarungan, hampir tak serupa dengan agenda aktivitas anak-anak sore dengan jaring-jaring mungilnya berbentuk seperti sisiuk untuk mengejar papatong atau sejenis binatang capung yang mampu terbang tinggi-tinggi menjulang sebagai inspirasi wright bersaudara dalam menciptakan sebuah pesawat terbang. Untuk sekadar menakut-nakuti agar anak-anak lekas pulang saat maghrib tiba, biasanya cerita kalong wewe cukup diperdengarkan pada mereka dengan sedikit nada tinggi untuk meyakinkan mereka lekas pulang.
Semut, dengan berbagai ukuran dan warna, biasanya berjalan perlahan saat obrolan pagi atau siang dini hari menemani. Itupun lagi-lagi karena tak sadar kedua bola mata reflex berpapasan atau karena komposisi, perkenan, dan kekayaan formasi setempat yang mengharuskan semua itu mesti berpapasan. Armstrong, lagi-lagi tentunya memiliki catatan tersendiri, dan Armstrong bertugas hanya sejenak mampir di sebuah keluarga planet untuk memastikan bahwa bumi memang bagian keluarga planet dan alam semesta yang sangat baik untuk berkreasi, berbagi, atau meluas-lapangkan sejumlah kelebihan dan kekurangan alam mikrokosmos beserta jajarannya. Dan lagi-lagi kesadaran ini hanya bisa tersentuh atau terjangkau karena semua terkadang sejalan, sewaktu, atau selebihnya mungkin karena cakcak semestinya tidak ditempatkan pada awal cerita ini. [AF]

Tinggalkan komentar

Malam Seperti Biasanya

Seluruh badannya sontak mengigil sebab hujan begitu deras. Meskipun suara syair dan lirik nyaris terdengar sendu, seperti disulap saja, warung-warung mendadak berjubel padat, sebab air di sekitar pertendaan itu menginginkan keadaan menjadi sebuah lautan sisi pantai, hampir mirip sebuah kolam di malam hari dengan seluruh suasananya. Dan rumput-rumput yang bersembunyi pun seolah-olah beralih menjadi sebuah nada cerita malam sebab mereka memiliki beberapa alasan mengapa pohon-pohon menjulang tinggi itu tampak terdiam, sedangkan suara nyamuk, suara hapalan lagu tanpa wujud sudut sana, hingga sapaan seorang anak muda berkendaraan yang gesit melintas dari sudut sebelah kanan, menampilkan karakteristik dan sosoknya yang begitu sangat khas. Namun sayangnya malam itu tak ada cerita dialog on-air, sebab malam begitu dingin sedangkan hujan begitu deras. Untuk menutup diri dengan jaket tebal seraya berkerumun, boleh-boleh saja untuk memperkenankan sahabat lainnya menujukkan sejumlah suasana keseluruhannya hingga menyuguhkan berbagai alasan mengapa mereka tidak berada di sebuah pertendaan.

Sebenarnya bukan mereka yang nampak di pinggiran laut malam itu. Meskipun jalan menuju wajah lautan itu mesti ditempuh sejumlah jalan, sejumlah pemandangan, hingga sejumlah suasana, kehadiran mereka sebenarnya ingin menyapa langit. Namun sebab error things, sebenarnya malam sangat baik juga untuk mengendarai kendaraan putar berbalik atau mendengarkan berbagai syair dan lirik yang nyaris menyentuh berbagai aliran yang datang dari berbagai penjuru. Cukup mendengarkan saja, katanya adalah sebuah langkah yang sangat bijaksana untuk menghadapi suasana saat itu. Meskipun aktivitas berolah raga dan aktivitas berkesenian belum nampak, sebab sunset belum menunjukkan keberadaannya, mengambil picture di malam hari pun bukanlah langkah yang tepat dan langkah yang cukup bijaksana. Untuk melelapkan mata yang kantuk, sudahlah cerita bayangan bergentanyangan yang cukup hadir dalam sebuah dongengan. Setback berpikir mundur pun terkadang lebih menguatkan tentang sebuah perjalanan beberapa tahun lalu itu. Apalagi agenda untuk volley games playing, sudah waktunya beberapa saat lagi, untuk sekadar melupakan agenda menangkap sejumlah barang yang bergantungan di atas. Mereka bukan apa-apa, mereka sekadar pribadi-pribadi biasa bentukan sejarah sepanjang zaman dan periode.

Suara burung nyaris tak terdengar saat itu. Selain karena mengukir dan mematung sudah merupakan bagian dari sks, bango merupakan sejenis burung yang sangat jauh berbeda dengan lebah. Burung yang biasa berada di pesisir lautan itu biasanya menjelajahi tempat tidak hanya memperluas pemandangan dan suasana, burung yang biasa berkelompok ini pun terkadang lebih memperkaya suasana lautan. Sangat berbeda dengan lebah, lebah tak hanya menghasilkan suara yang khas, akan tetapi lebah pun menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh badan. Malam, saat itu seperti malam-malam lainnya. Disneyland, Hollywood, Dufan, seolah-olah terlupakan dan yang hadir hanyalah sebuah lingkaran para penjelajah di sebuah lembah menjelang sunset, namun untuk mengatakan sesuatu tentang apapun cukuplah mereka yang sudah tak sengaja melihat, mendengar, dan merasakan tentang apapun yang hilir mudik menghantui, mencolek, menghibur, memperluas, dan lebih menguatkan. [af]

Tinggalkan komentar

MENERIMA KETIKAN

– Turut serta mengikuti aktivitas prakerja.
– Inventarisasi sumber referensi informasi terkini.
– Menerima panggilan kerja.
– Berusaha proaktif dan bersinergis.
– Melakukan pemetaan dan investasi.
– Reportase sebagai aktivitas berkelanjutan.

Tinggalkan komentar

Belajar Memang Lintas Waktu

Ruang kelas, dari sisi pinggir tengah menuju timur depan, yang terlihat hanyalah sorotan cahaya redup yang datang dari samping barat terbias oleh cermin dan kaca-kaca jendela. Tak ada sunyi, sebab obrolan usai transfer adaptasi ilmu pengetahuan pagi itu cukup hangat dan menghangatkan. Sejak melangkah dari pekarangan rumah, sepanjang jalan, hingga sampai ke tempat sekolah, selalu saja ada bahan untuk diperbincangkan, dipertanyakan, atau dipernyatakan. Dengan berseragam merah putih bertopi dan berdasi, usai upacara bendera, selalu saja seluruh siswa berhamburan bebas menuju ruang kelas itu. Atau mereka mesti berkunjung ke ruang kelas lainnya sebab sejarah atau aktivitas meningkatkan daya ingat adalah sebuah bentuk penghargaan untuk memulai dan kembali lagi ke ruang kelas terakhir. Tentu saja mereka tidak lama-lama di ruang kelas itu, hampir tak serupa dengan kisah al-kahfi yang beberapa tahun kemudian dikenal sebagai sebuah kisah religious yang cukup mengagetkan nilai sejarah. Mereka tidak bisa dijangkau oleh akal sederhana semata, namun juga mesti diiringi dengan keyakinan dan kepercayaan yang tulus, yang hanya hadir manakala kesadaran mempergunakan akal sehat sejalan dan seirama dengan kesadaran memahami berbagai bentuk dan warna-warni yang melingkupi alam sekitarnya.

Empat tahun lamanya diam-diam waktu bergerak merayap. Ruang kesadaran mulai terbuka lebar, kekayaan visualisasi semakin terekam luas, sebab sorot kedua mata selalu tak sengaja dipertemukan dengan berbagai definisi, bentuk, warna, huruf, angka, iklim, hingga bentuk anatomi dengan berbagai rupa hingga nada suara yang nyaris memiliki jumlah dan bentuk yang nyaris serupa namun substansi isinya memiliki kekayaan yang luar biasa. Bertemu Video games seperti bangku sekolah, memang awalnya mengagetkan sebab sorot mata biasanya selalu tertuju pada televisi hitam putih atau film layar tancap yang hanya dipertontonkan pada saat hajatan atau waktu-waktu luang saja. Mereka tidak bisa ‘diapa-apakan’ namun hanya bisa dilihat dan didengar saja dimana itu sungguh berbeda dengan teknologi kini video games. Bertemu dengan lautan atau kolam renang, bukan main lebih mengagetkan lagi. Sebab biasanya sorot kedua mata dan anatomi tubuh selalu tertuju dan bersentuhan pada balong-balong ikan persawahan yang suatu waktu dapat dilihat dan ‘dijelajahi’. Akan tetapi bertemu dengan layangan, sepertinya sudah tak aneh lagi. Hanya mungkin bentuk, warna-warni dan ukurannya saja yang agak sedikit mengagetkan. Selain karena layangan adalah mainan lintas usia, layangan sepertinya juga seolah-olah melapangkan sebuah imajinasi, memilih bentuk komunikasi ‘on-air’, learning to looking up, stand up on its place, atau ‘running go back’, bukan hanya sekadar membentuk konfigurasi suara layangan, namun mereka sepertinya berusaha untuk mencoba menampilkan kegagahan, kecepatan, dan kelincahan sebuah layangan. Kemenangan dan kekalahan layangan yang dipertandingkan, biasanya bukan hanya perkenan keberuntungan, namun kualitas benang, kecepatan, dan besar kecilnya angin yang berhembus yang turut menentukan sebuah permainan.

Kekuatan berjalan, melihat, membaca, berpikir melingkar, atau menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, pada waktu-waktu tertentu biasanya aktivitas yang sudah sadar tak sadar menjadi bagian dari aktivitas siapapun sejak mulai abad prasejarah hingga abad modernisasi informatika terkini dimana perkembangan serta penghargaan terhadap ilmu pengetahuan semakin meningkat pesat. Sebuah catatan lagi bahwa setiap abad atau zaman memiliki definisi dan realitas tersendiri dimana mereka cenderung seiring dengan perkembangan pola pikir, transfer dan adaptasi ilmu pengetahuan, hingga kreativitas, reproduksi, dan reformasi yang terus menerus cenderung tetap atau tidak tetap. [af]

 

Tinggalkan komentar

Neo Metamorfosa

 

Berbagai bentuk binatang, entah darimana datangnya, tiba-tiba saling bermunculan berlarian entah menuju kemana. Burung-burung, bebas menukik tajam seakan ingin memburu mangsanya namun kemudian mereka sepertinya kaget melihat bayangannya sendiri. Gajah, dengan the big foot-nya seolah miris tercubit segerombolan semut, lalu lari terbirit-birit mengisi komposisi khas liar alam rimba pada town environment yang sengaja ditampakkan begitu kontras oleh sutradara. Konfigurasi visual, isi cerita, latar yang dibentuk dalam jumanji, memang tak jauh berbeda dengan zathura. Kemampuan menghadirkan the past of  image, bukan saja menguatkan isi sebuah cerita, namun tempo hingga alur sebuah cerita pun semakin membuat penikmat movies lover  pada akhirnya tak takut memasukkan kedua tangannya ke dalam saku baju mereka. Bahkan mereka membekali berbagai pilihan dan paradigm, bahwa lagi-lagi inspirasi tak hanya sekadar dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Image, yang kemudian sering dihubungkan dengan the dream of reality terkadang menjadi bahan pertimbangan dalam menciptakan gagasan-gagasan dan pengambilan sebuah keputusan. Namun lagi-lagi tak sesederhana itu, realitas tercipta bukan hanya karena perkenan the wise of God semata, akan tetapi juga cerdas membaca konfigurasi system beserta rangkaiannya yang cenderung bosan dengan iklim stagnasi namun cenderung ‘liar’ mencari dan menemukan keseluruhan jati dirinya seiring dengan keseluruhan experience of  life nya, education, dan anatomi biologis nya yang cenderung tunduk, patuh, dan senantiasa proaktif beradaptasi dengan hukum alam.

Jumanji, Zathura, The God Must Be Crazy, meskipun dianggap not update, akan tetapi mereka hampir bersamaan mencoba memfokuskan sebuah tema bahwa sebuah keajaiban, keluarbiasaan, kemisteriusan, bukan hanya karena ilmu pengetahuan telah mendahului dan berdiri pada tingkatan tertentu dimana dimensi kesadaran beserta anatomi biologisnya relative dan cenderung seperti tangga nada dan serupa dengan arah perputaran jam yang selalu kembali pada asalnya dengan nuansa yang terkadang berbeda, akan tetapi hal-hal yang dianggap aneh pun terkadang lahir karena akal, memori, system biologis cenderung menerima dan mengolah informasi yang dianggap wajar dan sudah umum. Manakala informasi terbaru belum terekam dalam memori, keseluruhan biologis perlahan-lahan mencoba menyaring, beradaptasi, dan diam-diam menyimpan informasi tersebut manakala informasi terbaru tersebut bermanfaat dan saling menguatkan dengan informasi yang telah ada dalam memori. Ada pepatah lama mengingatkan bahwa keahlian, kecerdasan, keluarbiasaan tercipta karena ilmu pengetahuan senantiasa berulang-ulang dilakukan dan menjadi sebuah kebiasaan. Ilmu pengetahuan akan hilang, manakala ilmu pengetahuan tersebut ditinggalkan lalu dilupakan. Dulu ada seorang pianis timur dengan struktur anatomi yang kurang sempurna namun karena kesungguhan, pola didik, lingkungan yang dibangun, dan motivasi yang terus-menerus dibangun oleh teman dan orang tuanya, tidak lama beberapa tahun kemudian kemampuannya bahkan hampir bisa disejajarkan dengan pianis senior seperti Stevie Wonder, Indra Lesmana, Idang Rasjidi, atau Jaya Suprana sekalipun. Beberapa penghargaan dalam berbagai bentuk, dalam strategi quantum learning, meskipun seringkali dianggap not update, langkah-langkah tersebut dianggap menjadi sebuah penghantar untuk keberhasilan-keberhasilan selanjutnya.

     Tentu saja cerminan mereka yang sudah dianggap berhasil dalam mengisi perjalanan sejarah bukan hanya semata terlahir di belantara seni saja. Hampir serupa dengan imajinasi yang ditawarkan dalam Doraemon Movie, dalam diri apapun, siapapun, dan kapanpun, memiliki keluarbiasaan tersembunyi yang hanya dapat muncul dan menonjol kemampuannya manakala lingkungan sekitar senantiasa mempertanyakan, menyatakan, dan senantiasa turut mempergunakan kemampuannya tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Kantung ajaib Doraemon yang dapat mengeluarkan berbagai alat teknologi tercanggih wah, mungkin saja bisa dianalogikan pada apapun, siapapun dan kapanpun karena lagi-lagi perkenan The Wise of God, akal sehat transfer ilmu dan teknologi, atau selebihnya karena perkenan system beserta komponen-komponennya. Diluar itu mungkin saja bisa dianggap sebagai sebuah asumsi atau keluarbiasaan yang mesti dianalisis dan diuji hingga metamorfosa keadaannya. [af]   

Tinggalkan komentar